Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban

Selamat bergabung untuk sahabat-sahabatku, semoga blog sederhana ini bisa menjadi sarana shillaturrahim yang bermanfaat untuk semua, tinggalkan saran, kritik, masukan kebaikan sahabat untuk kemajuan blog ini,
Ini adalah Blog buat kalian yang ingin tahu lebih banyak tentang An-Nur dan pernak-perniknya, Ekstrakurikuler (Ke-An-Nur-an, Pramuka, Dewan Penggalang, Sipassus, Marching Band, Karate, PMR, Asipa, An-Nur Radio dll), Zoey Mujahid, Garis007 Collection informasi islam dan umum serta apapun yang sehat untuk kita konsumsi, Ooops maksudnya konsumsi penambah ilmu pengetahuan buat kita.

Jazaakum Allahu khaira Al-Jazaa, Amin.

Zoey Mujahid

Rabu, 31 Oktober 2012

Zoey Lover's: PUISI BAHASA SUNDA - Hirup

Zoey Lover's: PUISI BAHASA SUNDA - Hirup: HIRUP Dihirupan lain teu ngahaja Diciptakeun lain di aya aya Teu hade katungkul ku sumoreang ka tukang Teu hade kat...

PUISI BAHASA SUNDA - Hirup


HIRUP

Dihirupan lain teu ngahaja
Diciptakeun lain di aya aya
Teu hade katungkul ku sumoreang ka tukang
Teu hade katungkul ku ngagugulung udagan

Waas ku ngajul bentang
Tapi teu inget kana daratan
Reueus ku ngahontal kahayang
Tapi teu eling kana ageman

Poma eling mangka eling
Baheula kudu jadi pepeling
Ayeuna sing jadi panggeuing
Isukan tong ngagugu kapusing

Ulah ngukut nafsu kapegung
Kahayang moal manggih tungtung
Sing tarati tur gumati
Turut tinumut ukur ka Gusti

Hirup teh cita cita
Ngudag ngudag mangsa jeung rasa
Hirup teh ibadah
                                      Rela ikhlas ngumawula

Zoey Lover's: DRAMA : AYAH KEMBALIKAN TANGANKU

Zoey Lover's: DRAMA : AYAH KEMBALIKAN TANGANKU: NARATOR           : Suatu hari ada sepasang suami istri, seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan putera puteri mereka di a...

DRAMA : AYAH KEMBALIKAN TANGANKU

                          Anak tunggal pasangan ini perempuan cantik berusia tiga setengah tahun namanya Bilqis, ia sendirian di rumah karena kerap kali ditinggalkan pembantu karena si pembantu sibuk dengan pekerjaannya di dapur.
                          Bermainlah ia bersama ayunan yang dibelikan ayahnya…
BILQIS                : “aduh,,,setiap hari ayah dan ibu selalu sibuk, sampai aku jarang di temani bermain… wah apa ini???
Ko ada paku disini???
Bagaimana kalau aku menggambar di teras dengan paku ini”
NARATOR        : Akhirnya Bilqis dengan asyiknya menggambar sesuatu di atas teras rumah dengan menggunakan paku berkarat yang ia temukan di halaman rumah, tapi…
BILQIS              : “lho ko gambarnya nggak kelihatan sih,,, oh iya bagaimana kalau aku menggambarnya di mobil ayah, biar ayah bisa lihat gambar aku…”
NARATOR        : Bilqis pun membuat coretan-coretan sesuai imajinasinya di mobil ayahnya, karena hari itu ayah dan ibunya memakai sepeda motor untuk menghindari kemacetan, dia menggambar kucing, burung, rumah, gunung, gambar ayahnya, ibunya, dirinya dan mbo narti si pembantu rumahnya dan kejadian itu tidak diketahui oleh mbo Narti karena dia sibuk bekerja di dapur.
                        Tidak lama kemudian ayah dan ibupun pulang dari pekerjaannya…
AYAH               : “kurang ajar,,,ibu, lihat mobil kita penuh coretan kotor begini, kerjaan siapa ini…”
IBU                  : “mbo Narti,,,mbo Narti,,,di mana kamu???”
NARATOR        : Alangkah kagetnya pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibelinya dan cicilannya masih belum lunas itu kini penuh dengan coretan-coretan Bilqis, datanglah mbo Narti dengan kaget…
AYAH               : “mbo,,,cepat bilang pada kami, siapa yang sudah mencorat-coret mobil ini, cepaaat???”
IBU                  : “cepat katakana mbo, mbo tahu biaya untuk memperbaiki cat mobil ini sangat mahal sekali mbo???”
MBO NARTI     : “sungguh saya tidak tahu tuan”
AYAH               : “bohong”
IBU                  : “memangnya mbo kemana saja seharian di rumah???”
NARATOR        : mendengar teriakan ayah dan ibunya Bilqis pun keluar dari kamarnya dengan wajah manjanya ia memeluk ibunya dan berkata…
BILQIS              : “ayah ibu, lihat gambar buatan aku di mobil itu, bagus kan, itu bilqis yang buat lho…”
AYAH               : “anak tak tahu di untung, ayah harus beri pelajaran pada anak ini…”
NARATOR        : kemudian ayah pun menarik tangan bilqis dengan kasar dan mengambil ranting kemudian memukuli tangan Bilqis sekeras-kerasnya hingga Bilqis pun merteriak teriak-teriak kesakitan, puas memukuli tangan anaknya mereka pun meninggalkan bilqis, mbo narti merasa iba pada Bilqis dan ia pun merangkulnya…
BILQIS              : “mbo, mengapa ayah dan ibu marah pada bilqis, mengapa mbo???”
MBO NARTI     : “ayah dan ibu tidak marah sama bilqis, mereka sayang sama bilqis, asal bilqis tidak mengulangi corat-coret mobil ayah lagi ya”
NARATOR        : Bilqis dibawa oleh mbo narti ke kamarnya, pembantu itu membersihkan tangan bilqis yang penuh memar dan berdarah dengan air, sudah tiga hari bilqis tidur di kamar mbo narti karena si ayah ingin memberi pelajaran pada anaknya, hingga suatu ketika mbo narti member tahu pada tuannya…
MBO NARTI     : “permisi tuan, sudah tiga hari Bilqis demam, dan lukanya semakin parah tuan”
AYAH               : “biarin aja, biar tahu rasa dia”
IBU                  : “kasih aja obat warung, mbo”
MBO NARTI     : “sudah tuan, tapi demamnya malah tambah parah”
AYAH               : “kalau begitu, nanti sore saja kita bawa dia ke puskesmas”
MBO NARTI     : “baiklah tuan”
NARATOR        : Pembantu itu pun kembali dengan perasaan cemas. Tibalah waktu yang direncanakan, bilqis di bawa ke puskesmas terdekat, akan tetapi mantri puskesmas tidak sanggup menangani penyakit bilqis, karena sakitnya sudah sangat parah dan harus dirawat di rumah sakit, sesampainya di rumah sakit, bilqis langsung ditangani oleh dokter ahli, dokter itu pun keluar dari ruang periksa dan mencari keluarga pasien.
DOKTER           : “ekhm..ekhm… kalau saya boleh tahu, siapa keluarga anak yang bernama bilqis???”
AYAH               : “saya ayahnya dok”
IBU                  : “saya ibunya dokter, dokter bagaimana keadaan putri saya???”
DOKTER           : “bapak dan ibu harus bersabar, penyakit dan luka bilqis sudah infeksi akut, saya sarankan agar bapak dan ibu menandatangani surat ini,”
AYAH               : “surat apa ini dok???”
DOKTER           : “agar hidup bilqis tertolong dan infeksi lukanya tidak menyebar ke tubuhnya”
IBU                  : “surat apa itu pak???”
AYAH               : “surat persetujuan amputasi, bu, tangan bilqis harus di potong bu”
NARATOR        : Dengan seketika ayah, ibu dan mbo narti seperti mendapat halilintar di siang bolong, mereka sangat terkejut atas keputusan itu, lalu dengan bergetar ayah pun menanda tangani surat itu diiringi tangis ibu dan mbo narti, dan pengamputasian pun segera dilaksanakan.
                        Setelah beberapa saat keluarlah bilqis dari ruang bedah dengan tanpa kedua tangannya, ia menatap wajah ayah, ibu dan mbo narti satu persatu.
BILQIS              : “ayah ibu, bilqis nggak akan melakukannya lagi, bilqis nggak mau ayah pukul lagi, bilqis sayang ayah, ibu dan mbo narti”
AYAH               : “maafkan ayah nak”
BILQIS              : “ayah kembalikan tangan bilqis, bagaimana kalau bilqis mau makan nanti, bagaimana kalau bilqis mau bermain nati???”
IBU                  : “bilqis anakku, maafkan kami nak”
NARATOR        : bilqis masih belum mengerti mengapa tangannya tetap di ambil walaupun ia sudah meminta maaf berkali-kali.
                        Wahai ayah dan ibu di dunia ini, bagaimana kita mampu menolak taqdir Allah jika itu sudah terjadi, maka pikirkanlah terlebih dahulu segala resiko yang akan terjadi jika kita akan melakaukan sesuatu.
                        Akhirnya kepada Allah jua lah kita berserah diri.


Selesai


Minggu, 28 Oktober 2012

Zoey Lover's: Zoey Lover's: SELAYANG PANDANG PONDOK PESANTREN Y...

Zoey Lover's: Zoey Lover's: SELAYANG PANDANG PONDOK PESANTREN Y...: Zoey Lover's: SELAYANG PANDANG PONDOK PESANTREN YPI ANNUR MALA... : A.     PENDAHULUAN BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM Cikal bakal Pondok ...

Zoey Lover's: SELAYANG PANDANG PONDOK PESANTREN YPI ANNUR MALA...

Zoey Lover's: SELAYANG PANDANG PONDOK PESANTREN YPI ANNUR MALA...: A.     PENDAHULUAN BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM Cikal bakal Pondok Pesantren Karanganya (An-Nur) didirikan tahun 1870 M. oleh KH. A....

SELAYANG PANDANG PONDOK PESANTREN YPI ANNUR MALANGBONG KAB. GARUT PROV. JAWABARAT


A.    PENDAHULUAN
BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM
Cikal bakal Pondok Pesantren Karanganya (An-Nur) didirikan tahun 1870 M. oleh KH. A. Jalaluddin dari Tuban Jawa Timur, dengan pola pendidikan Pondok Pesantren Salafi Murni, kemudian dilanjutkan oleh putera-puteranya yaitu KH. Nahrawi, KH. Anwar dan KH. Abdurrahman sampai dengan tahun 1933 M.
Generasi ke2 Pondok Pesantren An-Nur ini kami istilahkan “masa pembaruan”, dipelopori oleh KH A Badruddin bin KH. Abdurrahman pada tahun 1942 M.
KH. A Badruddin mengembangkan pesantren ini sampai dengan wafat beliau tahun 1999 M. dengan  upaya-upaya pembaruan/ inovasi pendidikan, dimana tidak hanya pola pesantren salafi tapi juga dikembangkan pula pendidikan modern/ sekolah.
Sejak masa remaja KH. A. Badruddin (Mang Ujang) memperhatikan fenomena masyarakat akibat politik penjajah antara lain terjadinya perpecahan khususnya antara santri dan pelajar sering terjadi pertengkaran, pandangan dikhotomi ilmu agama dan ilmu umum , kebodohan den kemiskinan
Fenomena itulah yang memotivasi beliau untuk menyelenggarakan lembaga pendidikan dan dengan mentaati amanat sang Ibunda Hj. St. Rukiyah, "tungguan masjid, hirup-hirup agama". Dan pada tahun 1942 mulailah beliau menyelenggarakan : Lembaga Pendidikan Islam/ Pondok Pesantren Karanganyar dengan mata pelajaran : Quran Hadits, Ilmu Tauhid, Fiqih, Akhlak, Berhitung dan Bahasa Inggris yang bertempat di serambi : rumah, dengan media gaplek sebagai kapur tulis dan pintu sebagai papan tulis.
B.     SIKAP PANDANGAN DAN KEBIJAKAN UMUM PP YPI ANNUR
Pondok Pesantren An-Nur sebagai Lembaga Pendidikan Islam sudah pasti berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah serta berusaha mengikuti jejak langkah Ulama Salafush sholihin serta mengambil nilai-nilai baru/ modern yang maslahat. Dengan demikian maka sikap kami sebagai berikut adalah :
  1. Berusaha mengikuti Madzhab Ahlus sunnah wal jama’ah yang dalam keseharian berusaha mengikuti tradisi Syafi’iah.
  2. Bersikap tasamuh/ toleran terhadap madzhab/ faham lain sepanjang berprinsif sama pada dua kalimah syahadat
  3. Independen, tidak menjadi onderbow partai politik atau ormas manapun, walaupun secara pribadi dapat menjadi pengurus/ anggota parpol atau ormas sesuai dengan pilihannya.
  4. Dalam bidang Politik, mengikuti Politik Pemerintah yang sah sepanjang tidak bersikap/ berbuat dhalim terhadap umat Islam.
  5. Membina persatuan dan kesatuan umat atas dasar Ukhuwwah Islamiyah, serta persatuan Bangsa/ Ukhuwwah Wathoniyah dalam NKRI.
C.    KEBIJAKAN DALAM OPERASIONAL
1.      Memadukan sistem pendidikan pesantren dan sekolah
2.      Melayani semua lapisan masyarakat, tidak membedakan status sosial ekonomi, faham keagamaan, politik manapun, ras/ suku bangsa
3.      Dalam hal pendanaan/ pembiayaan pendidikan :
a.       Ringan/ tidak memberatkan agar terjangkau oleh fakir miskin
b.      Tidak bersifat pemaksaan agar bernilai shodaqoh jariah dengan ikhlas
Berkat dari nilai keikhlasan itu Ahamdulilah Pondok Pesantren ini secara kuantitas santri/ murid setiap tahun mengalami peningkatan. Namun konsekuensinya bagi kami harus terus berupaya membangun fasilitas belajar/ pemondokan. Dan dengan ketawakkalan kepada Allah kami tetap terus berusaha menambah bangunan-bangunan yang diperlukan, seperti halnya tahun 2010 ini kami melaksanakan rehab/ pembangunan sebagai berikut :
No
Unit Bangunan
Sumber
Keterangan
1
Rehab Ruang Belajar MTs 7x18 m
Infak wali murid
Selesai
2
Rehab total Asrama Putera 7x21 m
Bantuan Gubernur, infak masyarakat
Selesai
3
Rehab Ruang Belajar MA 8x18 m
Infak Wali Murid/ Masyarakat
Selesai
4
Pembangunan Asrama Puteri
Infak Wali Murid/ Masyarakat
60%
5
Pembangunan Asrama Putera/ tingkat II 7x21 m
Infak Wali Murid/ Masyarakat
10%
6
Pembangunan Ruang Belajar MA 8x21 m/ tingkat II
Infak Wali Murid/ Masyarakat
10%
7
Pembangunan Ruang Belajar MI ANNUR 1
Infak Wali Murid/ Masyarakat
50%
8
Pembangunan Ruang Belajar MTs ANNUR 1
Bantuan Pemerintah
50%
D.    VISI DAN STRATEGI PENDIDIKAN
Terpelihara dan terbinanya Pondok Pesantren YPI An-Nur sebagai Lembaga Pendidikan Islam yang terus maju dan berkembang eksis sampai akhir jaman dalam mendidik generasi muda Islam yang tafaqquh fiddin dengan landasan Iman, Islam dan Ihsan, agar cerdas Spiritual, emosional dan Intelektual menuju madlatillah.
5(lima) Nilai Dasar PP YPI An-Nur
a.       Keikhlasan;
b.      Kebersamaan;
c.       Kemandirian/ Ketawakkalan;
d.      Kesederhanaan; dan
e.       Kearifan.
5(lima) Pilar Disiplin
Dimaksudkan untuk melatih diri dalam upaya meningkatkan kualitas pribadi, baik kualitas akademik maupun non akademik/ karakter kepribadian/ akhlakul karimah
Disiplin adalah sikap mental yang terformulasi dalam perkataan dan perbuatan seseorang dalam memenuhi auatu ketentuan baik hukum/ tata tertib, norma-norma.
KH. A. Badruddin (Alm) sering menyatakan taqwa adalah disiplin (mematuhi perintah Allah dan larangan Allah).
1.      Disiplin Ibadah
Meningkatkan kualitas keimanan melalui pelaksanaan ibadah para santri/siswa dengan pembinaan pengamalan ajaran islam seperti shalat berjama’ah dan sebagainya serta pembiasaan berakhlakul karimah.
Disiplin ibadah adalah pelaksanaan ibadah sesuai ketentuan syarat rukun/ sunnahnya/ menepati waktu-waktunya serta pembiasaan berakhlakul karima sesuai dengan sunnah Rasulullah/ tradisi pesantren / norma/ adapt istiadat yang baik/ tata tertib sekolah/ pesantren.
2.      Disiplin Belajar
Meningkatkan kualitas belajar santri/ siswa, baik kualitas akademik maupun non akademik.
Disiplin menepati waktu belajar di sekolah, di rumah/ asrama di tempat belajar lainnya.
Belajar dengan ikhlas niat karena Allah, minat yang kuat, shabar/ tekun dan rajin, waktu yang banyak serta cara/ adab belajar yang benar.
Disiplin mengikuti/ mematuhi tata tertib pesantren/ sekolah serta kebijakan pengurus pesantren/ sekolah.
3.      Disiplin di Rumah
Upaya meningkatkan kualitas siswa dalam berakhlakul karimah terhadap orang tua dan keluarga.
            Hormat dan patuh kepada orang tua
            Menghormati/ menghargai/ santun dengan keluarga lainnya/ kakak, adik, dan sebagainya
Mengikuti aturan/ norma-norma keluarga agar menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah.
4.      Disiplin Bergaul
Upaya peningkatan kualitas kepribadian siswa melalui interaksi dengan orang lain, media informasi dan lingkungan alam sekitar
Memilih teman yang baik (man dulluka ‘ala-al-khoir)
Menghindari bergaul dengan teman yang sekiranya membawa kepada keburukan
Memilih media informasi yang baik/ mempergunakan dengan baik
Menghindari media informasi yang membawa kepada keburukan dan tidak mempergunakan media informasi dengan keburukan
Memelihara lingkungan alam sekitar/ tetangga/ plora fauna
5.      Disiplin Bekerja
Upaya peningkatan kualitas siswa/ santri dalam sikap mau bekerja asal halal, disiplin melaksanakan tugas, sikap aktif, kreatif
Disiplin melaksanakan tugas kebersihan di sekolah dan tugas lainnya
Disiplin melaksanakan pekerjaan di rumah sesuai dengan tugas dari orang tua atau lingkungannya
Semua upaya bimbingan, pelaksanaan 5 pilar disiplin ini hendaknya bernilai ibadah/ menjadi amal sholeh.
Materi Pendidikan :
Isi/ Materi Pendidikan/ Pembelajaran  dengan berpegang pada motto : “Beramal Ilmiyah, Berilmu Amaliyah”. Maka isi/ materi pendidikan/ pembelajaran di Pondok Pesantren An-Nur sebagai berikut :
1.      Ilmu Tauhid/ Aqidah Islamiyah; 2. Ilmu Fiqih/ Syari’ah; 3. Ilmu Akhlak; 4. Ilmu Alat/ Bahasa Arab; 5. Riyadhah Ibadah; 6. Kemasyarakatan.
Pada jenjang pendidikan formal dari RA, MI, MTs, MA, dan STAI secara formal mengikuti kurikulum Kementerian Agama, dengan penambahan kurukulum YPI An-Nur, antara lain; Kompetensi Dasar Keagamaa/ Nilai Kultur Pesantren/ Pendidikan yang Islami

Ekstrakurikuler
Untuk menambah wawasan/ keterampilan diselenggarakan melalui :
1.      Gerakan Pramuka; 2. OSIS/ IKRIMMA/ FKPPS An-Nur; 3. Himpunan Pecinta Alam; 4. Latihan Muballighin; 5. Keterampilan; 6. Marching Band.
E.     KEADAAN LEMBAGA PENDIDIKAN TAHUN 2010
Di pusat :
  1. RA/TK Al-Quran        : 2 Rombel
  2. MI An-Nur 1               : 8 Rombel
  3. MTs An-Nur 1                        : 18 Rombel
  4. MA An-Nur                : 11 Rombel
  5. Pondok Pesantren
  6. STAI
  7. Majelis Ta’lim Mingguan/ Bulanan
Di Cabang
1. RA                    : 32 Unit                      3. MI               : 10 Unit
2. TKA                  : 22 Unit                      4.  MTs            : 2 Unit
E.     PROGRAM PEMBANGUNAN PONDOK PESANTREN ANNUR TH. 2011-DST
  1. Lanjutan Gedung Asrama Putera Ukuran 7x21 m (tingkat II)
  2. Lanjutan Gedung Asrama Puteri
  3. Lanjutan Ruang Belajar Madrasah Aliyah 8x21 m (tingkat II)
  4. Pembangunan Ruang Belajar MTs ANNUR 1
  5. Rehab Berat Masjid An-Nur 17x30 m.
  6. Lanjutan Ruang Belajar MI
G.    KESIMPULAN
Dari uraian di atas kami simpulkan sebagai berikut :
  1. Murah/ ringannya biaya, tidak berarti kami mengabaikan kualitas pendidikan, kami terus berusaha sesuai kafasitas dan kemampuan kami untuk mempertahankan kualitas yang sudah dicapai saat ini dan terus berusaha untuk meningkatkannya.
  2. Kelangsungan/ eksistensi Pondok Pesantren An-Nur baik moril maupun metril menjadi tanggung jawab semua pribadi musling yang merasa bertanggung jawab atas masa depan anak-anak/ generasi muda islam anak cucu kita. Semoga Allah selalu membimbingnya, Amin.
Demikian agar semua menjadi maklum.
علي الله توكلنا واليه المصير


Dari selayang pandang PP YPI An-Nur Malangbong Garut